pembekalan aik

500 Awardee Bantuan Dana Pendidikan BAZNAS & PPM 2025 Ikuti Pembekalan AIK

Muhammadiyah Scholarship Agency (MSA) telah sukses menyelenggarakan Pembekalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi seluruh 500 awardee Program Bantuan Dana Pendidikan Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) & Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Tahun 2025 pada Selasa (2/12). 

Acara ini dihadiri oleh Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM. (Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan), Farid Septian, S.Sos., M.Hum. (Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI), Dr. Bahtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., MPA. (Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah) dan Prof. H. Achmad Jainuri, Ph.D. (Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah).

Direktur MSA, Ahmad Romadhoni Surya Putra, menyampaikan dalam sambutannya bahwa 500 awardee pada program ini adalah hasil seleksi dari total 14.122 pendaftar. Dari jumlah tersebut, 59% awardee adalah mahasiswa di Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA), 7% mahasiswa di luar negeri, dan 34% sisanya mahasiswa di perguruan tinggi negeri maupun swasta lainnya.

Direktur MSA, Ahmad Romadhoni Surya Putra, memberikan sambutan di Pembekalan AIK (2/12/2025).

“Pendaftar dan penerima manfaat program ini berasal dari seluruh penjuru negeri dari 38 provinsi, dari provinsi Nanggroe Aceh Darussalam hingga Papua Selatan,” ungkap Dhoni.

Ia menambahkan bahwa pembekalan AIK ini merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman nilai dasar keislaman serta memperkuat karakter sebagai kader berintegritas. Dengan pembekalan ini, harapannya para penerima manfaat siap berkontribusi dalam berbagai ruang pengabdian masyarakat.

Pimpinan BAZNAS, Rizaludin Kurniawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengaju beasiswa meningkat setiap tahun sejalan dengan tingginya motivasi masyarakat Indonesia dalam menuntut ilmu. Ia juga menyampaikan bahwa dalam penyaluran zakat ada dua pendekatan, yaitu pendistribusian dan pemberdayaan. Penyaluran beasiswa, kata Rizaludin, merupakan upaya BAZNAS dalam pemberdayaan dengan harapan dapat mengubah kondisi penerima manfaat menjadi lebih baik, dari mustahiq menjadi muzakki.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., memberikan sambutan di Pembekalan AIK (2/12/2025).

“Kami memahami bahwa semangat pendidikan di Muhammadiyah itu cukup tinggi dan tentu harus banyak yg menopangnya. Kami yakin kalau kader Muhammadiyah akan kembali mengasih, dan memberi kepada yang lain,” ujar Rizaludin.

Mewakili dari PP Muhammadiyah, Bahtiar Dwi Kurniawan menegaskan dalam sambutannya bahwa bantuan ini merupakan bentuk dukungan Muhammadiyah dan BAZNAS untuk memperluas akses pendidikan di jenjang S1, S2, maupun S3.

Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Dr. Bahtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., MPA., memberikan sambutan dan materi di Pembekalan AIK (2/12/2025).

“MSA bersama lembaga lainnya terus memikirkan pengembangan kader. Sehingga kita memiliki peran dan kontribusi yang lebih konkret dalam memajukan pendidikan. Salah satunya melalui kerja sama dengan BAZNAS RI sebagai mitra dalam mengembangkan kader Muhammadiyah,” jelas Bahtiar.

Identitas Muhammadiyah

Pada kesempatan ini, sebagai pemateri pertama, Bahtiar menerangkan mengenai Identitas Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan pembaharuan Islam, gerakan modernisasi Islam, gerakan revitalisme Islam, dan gerakan tajdid. 

Bahtiar menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan Islam berkemajuan. Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah ditegaskan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan Islam, yang berarti Islam yang bergerak.

Adapun cara Muhammadiyah menggerakkan Islam adalah melalui dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Yang membedakan Muhammadiyah dari gerakan dakwah lainnya adalah prinsip tajdid, yakni gerakan pembaruan yang membuka ruang ijtihad serta berupaya memurnikan ajaran Islam. Lebih lanjut, Bahtiar menjelaskan bahwa konsep Islam Berkemajuan memiliki empat pilar utama, yaitu murni, modern, moderat, dan manfaat.

Ilmu Dalam Ajaran Islam

Selanjutnya, sebagai pemateri kedua, Achmad Jainuri menyampaikan bahwa ilmu merupakan aspek nilai ajaran Islam yang sangat penting. Ilmu menjadi pondasi utama terbentuknya sebuah peradaban. Pada masa awal gerakan Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan juga memberikan penekanan besar pada pentingnya ilmu pengetahuan sebagai dasar pembaruan. 

Jainuri menjelaskan bahwa literasi bukan hanya berkaitan dengan bahasa, tetapi juga mencakup kesadaran luas tentang pentingnya ilmu dalam berbagai bidang. Pada awal abad ke-20, umat Islam mulai meningkatkan kemampuan literasi sebagai langkah untuk memperkuat kapasitas intelektual dan sosial mereka. Hingga saat ini, penguatan literasi menjadi penting agar umat Islam mampu berperan aktif dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

Ia menegaskan bahwa dalam konteks pengetahuan umat Islam tidak terbatas pada keilmuan agama, tetapi juga ilmu umum. Meskipun sejatinya dalam Islam, ilmu umum itu juga merupakan bagian dari keilmuan Islam itu sendiri. Hanya saja yang saat ini populer diketahui banyak orang merujuk dari pandangan Barat, bahwa ilmu agama dan ilmu umum itu terpisah, bahwa agama hanya mengurus soal ibadah dan ritual saja. Pemahaman seperti ini yang mengakibatkan seakan-akan Islam terpisah dari aspek kehidupan manusia, padahal Islam lah yang menjadi pedoman hidup manusia dalam segala aspek kehidupan, tidak hanya terbatas pada ritual semata. Ilmu berfungsi untuk mempermudah kehidupan, seni memperindah kehidupan, dan agama menjadi landasan kehidupan itu sendiri.

Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. H. Achmad Jainuri, Ph.D., memberikan materi di Pembekalan AIK (2/12/2025).

“Islam sangat menekankan barang siapa yg ingin berhasil di dunia dan akhirat maka ia harus menguasai ilmu” ungkap Jainuri.

Peserta Pembekalan AIK Bantuan Dana Pendidikan BAZNAS & PPM 2025 (2/12/2025).