Muhammadiyah Scholarship Agency (MSA) telah sukses menyelenggarakan Pembekalan AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan) bagi seluruh 80 awardee Program Bantuan Dana Pendidikan S2 & S3 Bank Aladin Syariah dan MSA Tahun 2026 pada Selasa (17/3).
Hadir pada acara ini Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. (Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah), Koko Rachmadi (Presiden Direktur Bank Aladin Syariah), Prof. Dr. H. Sutrisno, M.Ag. (Anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah), dan Velandani Prakoso, S.I.P., M.I.P. (Wakil Bendahara Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PP Muhammadiyah).
Direktur MSA, Ahmad Romadhoni Surya Putra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembekalan AIK ini bertujuan untuk penguatan nilai keislaman dan semangat kader Muhammadiyah.

“Program ini terselenggara atas kerjasama Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Bank Aladin Syariah yang tentu diikuti dengan harapan agar beasiswa ini dapat bermanfaat bagi penerima terutama dalam melanjutkan studinya di S2 dan S3,” ujarnya.
Dhoni juga memaparkan bahwa program ini dikhususkan bagi kader Muhammadiyah yang sedang menempuh pendidikan pascasarjana. Dari total 1.410 pendaftar, terdiri dari 841 pendaftar S2 dan 569 pendaftar S3, terpilih 80 penerima dengan rincian 60 orang jenjang S2 dan 20 orang jenjang S3.
Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada bank Aladin Syariah atas kolaborasi yang terjalin. Ia berharap program ini dapat berkelanjutan dan memberikan dampak luas bagi persyarikatan dan masyarakat Indonesia.
Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Rachmadi menegaskan bahwa kerja sama ini berlandaskan semangat yang sama dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi berkualitas.

“Program ini merupakan investasi untuk kemajuan bangsa Indonesia dalam menyiapkan para pemikir, peneliti, dan pemimpin masa depan sebagai bagian dari menjawab tantangan masa depan,” jelas Koko dalam sambutannya.
Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Sayuti dalam amanatnya menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki komitmen kuat dalam melahirkan generasi terdidik. Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan pascasarjana masih terbatas, sehingga ia berharap para awardee dapat memanfaatkan peluang ini dengan baik.

“Menuntut ilmu adalah kewajiban. Kepercayaan ini harus dijawab dengan kesungguhan dalam menyelesaikan studi dan kembali berkontribusi bagi Muhammadiyah dan umat,” ungkapnya.
Penguatan Nilai AIK sebagai Landasan Berkemajuan
Velandani Prakoso, sebagai narasumber pertama, menjelaskan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan Islam dan dakwah amar makruf nahi mungkar yang berakidah Islam dan bersumber pada Al-Quran dan Sunnah. Muhammadiyah bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhai Allah Swt.
Ia menekankan konsep Islam Berkemajuan dengan tiga aspek utama, yaitu tauhid teologis, tauhid sosial, dan tauhid ekologis. Ketiganya menjadi landasan penting bagi kader Muhammadiyah dalam beribadah, berkontribusi sosial, serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Kader Muhammadiyah perlu menguatkan tiga aspek, yaitu tauhid teologis, tauhid sosial, dan tauhid ekologis.”
Internalisasi AIK dan Strategi Sukses Studi S2 dan S3 bagi Awardee
Sutrisno, sebagai narasumber kedua, menerangkan bahwa pendekatan AIK terbagi dalam 2, yaitu AIK sebagai living values dan AIK sebagai pendidikan di perkuliahan. Internalisasi AIK menjadi sangat penting untuk diterapkan mulai di pimpinan di perguruan tinggi, dosen, tenaga kependidikan dan hingga mahasiswa. Jika internalisasi AIK dapat diterapkan dengan maksimal maka seluruh unsur yang ada di perguruan tinggi akan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.
Terkait strategi dan pentingnya penyelesaian kuliah pascasarjana secara efektif, Sutrisno menekankan pentingnya manajemen waktu dan penentuan prioritas selama masa studi. Menurutnya, awardee perlu menyusun perencanaan yang matang, melakukan evaluasi berkala, serta mengintegrasikan tugas kuliah dengan riset tesis atau disertasi.

“Setelah menerima beasiswa, waktu untuk perkuliahan, sedapat mungkin fokusnya untuk penyelesaian studi. Tugas lain bisa dialihkan secara dewasa dengan baik,” ucapnya.



