Sebanyak 30 peserta grup 1 Pelatihan Intensif Bahasa Arab Muhammadiyah – Universitas Umm Al-Qura Tahun 2026 (Kelas Intermediate) mendapat sambutan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, pada Jumat (3/7/2026). Sambutan disampaikan oleh Soeharyo Tri Sasongko, Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya (Pensosbud) KJRI Jeddah bersama Ahmad Masbukhin, Koordinator Fungsi Konsuler KJRI Jeddah. Melalui sambutannya, keduanya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang telah tiba di Arab Saudi.
Perwakilan Koordinator Delegasi, Thonthowi, menyatakan bahwa Daurah Bahasa Arab di Universitas Ummul Qura ini merupakan pertama kalinya bagi Muhammadiyah, dengan beasiswa dari Universitas Ummul Qura langsung yang diberikan kepada PP Muhammadiyah. Kesempatan tersebut sebagai tindak lanjut dari Kunjungan PP Muhammadiyah di Universitas Ummul Qura pada bulan Desember tahun 2025 lalu.
Ahmad Masbukhin menegaskan bahwa Universitas Umm Al-Qura merupakan salah satu perguruan tinggi yang sangat selektif dalam memilih mahasiswa hingga mitra kerja sama internasional. Oleh karena itu, ia berharap kepercayaan yang telah diberikan kepada Muhammadiyah dapat dijaga dengan menjalankan program secara maksimal dan menghasilkan luaran yang bermanfaat bagi umat.
Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai kondisi geopolitik Arab Saudi dan peran KJRI Jeddah dalam memberikan pelayanan serta perlindungan kepada Warga Negara Indonesia. Mereka menjelaskan bahwa wilayah kerja KJRI Jeddah meliputi empat provinsi, yaitu: Makkah, Madinah, Tabuk, dan Asir, yang menjadi tempat tinggal bagi ribuan WNI di Arab Saudi.
Soeharyo dan Masbukhin kemudian memaparkan arah pembangunan Arab Saudi melalui Saudi Vision 2030. Terdapat tiga pilar utama, yaitu A Vibrant Society (masyarakat yang dinamis), A Thriving Economy (ekonomi yang maju), dan An Ambitious Nation (bangsa yang ambisius). Menurut keduanya, transformasi tersebut turut membuka berbagai peluang baru bagi masyarakat internasional, termasuk Warga Negara Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, peserta juga memperoleh informasi mengenai peluang kerja di Arab Saudi yang semakin terbuka, khususnya bagi tenaga profesional di bidang kesehatan. Namun peluang tersebut harus diimbangi dengan kompetensi yang memadai, terutama kemampuan akademik, bahasa Inggris, dan mental yang kuat untuk bersaing dengan tenaga kerja dari berbagai negara.
Melalui kesempatan ini, harapannya peserta Pelatihan Intensif Bahasa Arab Muhammadiyah – Universitas Umm Al-Qura Tahun 2026 tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Arab, tetapi juga memiliki wawasan yang lebih luas.


